PT Bakrie Metal Industries

PT Bakrie Metal Industries (BMI) memulai bisnis manufaktur Pipa Baja pada tahun 1959 dengan nama “Talang Tirta”, yang pada mulanya memproduksi pipa multi fungsi. Pada tahun 1984, BMI memperluas bisnisnya ke layanan fabrikasi yang berfokus pada baja bergelombang dan jembatan. Pada tahun 1985 BMI memasuki bisnis EPC (Engineering, Procurement and Construction) yang beroperasi dengan dukungan fasilitas fabrikasi baja di Sumuranja, Banten. Kini, BMI dikenal sebagai produsen pipa baja berkualitas tinggi (pipa khusus migas dan pipa multi fungsi) serta diakui seluruh Indonesia sebagai ahli EPC dan fabrikasi.

Client
PT Bakrie Metal Industries
Services
Persiapan Surveillance Sistem Manajemen Anti Penyuapan ISO 37001:2016

Tujuan Program

  1. Memastikan penerapan Sistem Manajemen Anti Penyuapan (SMAP) ISO 37001:2016 tetap berjalan secara efektif, konsisten, dan sesuai dengan persyaratan standar yang berlaku.
  2. Menilai tingkat kepatuhan organisasi terhadap kebijakan, prosedur, dan pengendalian anti penyuapan yang telah ditetapkan.
  3. Mengidentifikasi dan menindaklanjuti temuan, ketidaksesuaian, maupun peluang perbaikan yang ditemukan sejak audit sebelumnya.
  4. Memastikan seluruh bukti implementasi, dokumentasi, dan rekaman SMAP tersedia dan siap untuk proses surveillance audit.
  5. Meningkatkan kesadaran dan kompetensi personel terkait penerapan budaya integritas, transparansi, dan anti penyuapan di lingkungan perusahaan.
  6. Menjaga keberlanjutan sertifikasi ISO 37001:2016 serta meningkatkan kepercayaan pemangku kepentingan terhadap komitmen perusahaan dalam pencegahan penyuapan.

Hasil yang Diharapkan

  1. Terselenggaranya persiapan surveillance audit secara terstruktur dan sesuai dengan jadwal yang telah ditetapkan.
  2. Seluruh persyaratan ISO 37001:2016 telah dievaluasi dan dipastikan implementasinya berjalan efektif.
  3. Dokumen, prosedur, rekaman, serta bukti penerapan Sistem Manajemen Anti Penyuapan tersedia, terkendali, dan siap diaudit.
  4. Temuan atau ketidaksesuaian yang berpotensi muncul saat surveillance audit telah diidentifikasi dan dilakukan tindakan perbaikan sebelum audit berlangsung.
  5. Meningkatnya pemahaman dan kesiapan seluruh unit kerja yang terlibat dalam pelaksanaan surveillance audit.
  6. Terjaganya status sertifikasi ISO 37001:2016 melalui hasil surveillance audit yang memuaskan.