PT. PELNI (PERSERO)

PT Pelayaran Nasional Indonesia atau PT PELNI (Persero) adalah perusahaan pelayaran milik negara yang didirikan pada tanggal 28 April 1952 sesuai dengan Surat Keputusan Menteri Perhubungan No. M2/1/2 tanggal 28 April 1952. Perusahaan ini bergerak dibidang jasa transportasi kapal laut yang handal dan profesional dengan memberikan pelayanan terbaik bagi pelanggan.
PT PELNI mengoperasikan armada kapal penumpang, kapal ferry cepat dan armada kapal barang. Perusahan kami melayani rute perjalanan domestik dan menyinggahi lebih dari 94 pelabuhan di seluruh pelosok Nusantara. Fasilitas dan layanan yang kami sediakan pada armada kapal dirancang untuk menjamin standar keselamatan dan kenyamanan bagi pelanggan dan kru laut, didukung oleh SDM yang profesional dan mengutamakan kepuasan pelanggan.

Client
PT. PELNI (PERSERO)
Services
Program Implementasi ISO 9001:2015

Tujuan Program

  1. Membangun dan menerapkan Sistem Manajemen Mutu (SMM) yang sesuai dengan persyaratan ISO 9001:2015 secara efektif dan berkelanjutan.
  2. Meningkatkan konsistensi kualitas produk dan/atau layanan yang dihasilkan perusahaan sesuai dengan kebutuhan pelanggan dan peraturan yang berlaku.
  3. Meningkatkan kepuasan pelanggan melalui pengendalian proses yang lebih baik dan peningkatan kualitas layanan.
  4. Mengidentifikasi, mengelola, dan meminimalkan risiko yang dapat mempengaruhi pencapaian sasaran mutu organisasi.
  5. Meningkatkan efektivitas dan efisiensi proses bisnis melalui pendekatan berbasis proses dan perbaikan berkelanjutan.
  6. Meningkatkan kompetensi dan kesadaran seluruh personel terhadap pentingnya mutu dalam setiap aktivitas kerja.

Hasil yang Diharapkan

  1. Terbentuknya Sistem Manajemen Mutu yang terdokumentasi dan sesuai dengan persyaratan ISO 9001:2015.
  2. Tersusunnya dokumen sistem yang meliputi kebijakan mutu, sasaran mutu, prosedur, instruksi kerja, dan formulir pendukung.
  3. Seluruh proses bisnis utama dan pendukung telah teridentifikasi, dipetakan, serta dikendalikan secara efektif.
  4. Meningkatnya pemahaman dan kompetensi karyawan dalam penerapan Sistem Manajemen Mutu.
  5. Terlaksananya audit internal dan tinjauan manajemen sebagai bagian dari evaluasi efektivitas sistem.
  6. Meningkatnya kinerja organisasi yang ditunjukkan melalui pencapaian sasaran mutu dan indikator kinerja yang telah ditetapkan.